<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276</id><updated>2012-02-16T02:53:17.765-08:00</updated><title type='text'>Memahami Islam</title><subtitle type='html'>Trimakasih anda telah masuk ke blog kami</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-7896317860776774819</id><published>2009-12-24T04:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T04:07:28.204-08:00</updated><title type='text'>Pusing..</title><content type='html'>Aku sangat bingung punya blog.. Soalnya aku ga bs nulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-7896317860776774819?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/7896317860776774819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/12/pusing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/7896317860776774819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/7896317860776774819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/12/pusing.html' title='Pusing..'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-8110870960243259366</id><published>2009-10-20T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T20:22:43.464-07:00</updated><title type='text'>SIAPA BILANG TIDAK BISA?</title><content type='html'>Takut, minder, kurang pede, dan masih banyak alasan lainnya jika kita mengharapkan cita-cita yang kita inginkan. Kenapa kita tidak berani dalam menghadapi tantangan hidup ini? Kenapa kita tidak bisa sementara ada orang lain bisa? Padahal Allah SWT. memberikan kita waktu yang sama 24 jam dalam satu hari satu malam, mempunyai dua mata, dua rongga hidung, dua telinga, dua tangan dan dua kaki. Apa yang membuat kita takut? Toh jikalau kita gagal kita masih bisa mencoba lagi. Kita dapat mengambil teladan dari beberapa tokoh terkemuka di dunia. Ya bagi yang muslim kita punya teladan yang tiada bandingannya di dunia ini. Siapa lagi kalau bukan  Rasulullah SAW. Beliau berani, pantang menyerah dan tak kenal lelah dalam berjuang memperjuangkan agama yang dibawanya dari Allah SWT. Ketika Rasulullah SAW harus menghadapi tentangan dari kaum musyrik Mekah beliau bertambah gigih dalam perjuangannya. Beliau pernah mengatakan yang kurang lebihnya “jikalau matahari diletakkan di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku niscaya aku tak akan berhenti untuk mengajarkan agama ini”. Luar biasa...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kenapa kita masih takut dalam berjuang dalam meniti kehidupan ini? Boleh takut, tapi janganlah takut kepada sesuatu kebaikan. Kalau ada orang yang berani mencuri, kenapa kita takut untuk mencari rezeki dengan halal? Jika ada orang yang berani menyebarkan agama sesaat, kenapa kita tidak berani dalam mendakwahkan ajaran yang benar? Sebagai muslim kita punya keyakinan bahwa semua amal ibadah kita di dunia akan ada balasanya di akhiran kelak. Kalau kita berbuat kebaikan ikhlas karena Allah SWT niscaya kita akan mendapatkan ganjaran dan upah surga Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan pernah kita dengar kesuksesan didapatkan dengan rasa takut, yang patut kita takuti hanyalah Allah SWT yaitu takut akan murkanya jika kita melanggar perintah dan larangannya. Tapi kita tidak akan takut kepada siksa Allah jika kita senantiasa menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya dengan tidak melanggar aturan-aturan Allah SWT. Yakinkan diri anda bahwa kita bisa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-8110870960243259366?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/8110870960243259366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/10/siapa-bilang-tidak-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/8110870960243259366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/8110870960243259366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/10/siapa-bilang-tidak-bisa.html' title='SIAPA BILANG TIDAK BISA?'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-1709384659603704345</id><published>2009-10-19T16:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T16:55:27.083-07:00</updated><title type='text'>Tips Mengatasi Rasa Malas</title><content type='html'>Bagi anda yang mahasiswa, pelajar, pegawai dan siapapun yang ingin hidupnya meraih kesuksesan tentu saja anda harus meninggalkan suatu penyakit berbahaya bagi aktifitas atau karir anda. Penyakit itu yakni malas. Anda pasti tau apa itu malas. Ada malas mandi, malas gosok gigi, malas ibadah(shalat) dan banyak malas yang lainya sesuai dengan aktifitas keseharian anda. Tapi sepertinya ada malas yang memang kita tidak bisa hindari, apa itu? Ya malas makan, tidur, main game. Betul ngga..? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang sifat malas ini tidak kita sangka datangnya meskipun tiada manusia yang menginginkan dirinya menjadi pemalas. Malas merupakan penyakit manusia yang harus dihilangkan. Semua orang di dunia ini tak ada yang lepas dari sifat malas tak terkecuali saya sendiri. Namun sebenarnya penyakit yang satu ini bisa kita minimalisir, sehingga kita dapat secara perlahan melepaskanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal untuk menghindari rasa malas beserta penjelasanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Buatlah jadwal harian (time schadule) aktifitas anda yang selalu di update dengan menyesuaikan pekerjaan anda. Dengan catatan jadwal harian tersebut ringkas artinya tidak berbelit-belit, karena jangan sampai hanya jawdal harian ini menghabiskan waktu anda.&lt;br /&gt;2. Jaga kesehatan anda dengan pola makan teratur. Biasanya orang yang makan tidak teratur sering menunda makan, tapi jika makan terlalu bernafsu dan membuat sangat kenyang. Ini sangat berbahaya karena kita bisa merasa ngantuk yang tak terkendali yang dapat menghambat pekerjaan kita yang belum terselesaikan.&lt;br /&gt;3. Jangan sering melamun, berhayal dengan berandai-andai, karena ini dapat menghilangkan konsentrasi anda ketika sedang menghadapi pekerjaan.&lt;br /&gt;4. Senangilah pekerjaan yang sedang anda kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beberapa poin di atas insya Allah kita dapat menghindari rasa malas. Tapi perlu diingat semua tulisan di atas hanyalah gagasan yang saya punya, jika ada yang tidak menyukai atau tidak sependapat dengan saya itu adalah hak anda, di sini saya hanya ingin berbagi dengan anda semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-1709384659603704345?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/1709384659603704345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/10/tips-mengatasi-rasa-malas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/1709384659603704345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/1709384659603704345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/10/tips-mengatasi-rasa-malas.html' title='Tips Mengatasi Rasa Malas'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-4712016723952843511</id><published>2009-07-25T04:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T04:25:15.131-07:00</updated><title type='text'>Ma'rifatullah</title><content type='html'>Materi Ma’rifatullah&lt;br /&gt;Youth Islamic Study Club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MA’RIFATULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini merupakan pembahasan yang wajib diketahui oleh setiap muslim,&lt;br /&gt;sebagaimana wajibnya seorang muslim untuk mengenal Tuhannya, Allah Swt.&lt;br /&gt;Pembahasan ini merupakan pengantar dari kajian Ilmu Tauhid (Ke-Esa-an Allah Swt.) dan&lt;br /&gt;berdampingan dengan pembahasan mengenai Ma’rifatul Insan (mengenal manusia).&lt;br /&gt;Diharapkan dengan menguasai kajian-kajian tersebut seorang hamba dapat lebih mengenal&lt;br /&gt;dirinya sebagai hamba dan bagaimana seharusnya bersikap sebagai hamba, dan juga lebih&lt;br /&gt;mengenal Tuhannya, Allah Swt., sehingga ia mengetahui bagaimana ia bersikap di&lt;br /&gt;hadapan Tuhannya serta beribadah sesuai dengan apa yang dikehendaki Nya menurut apa&lt;br /&gt;yang disukai Nya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dari harapan pembahasan ini adalah mengenal (salah satu) Sifat Allah Swt.,&lt;br /&gt;bahwa Ia Swt. adalah Maha Besar dan sebaliknya bahwa manusia penuh dengan&lt;br /&gt;kelemahan. Setelah mengetahuinya diharapkan seorang hamba akan dapat merasakan&lt;br /&gt;Kebesaran Allah Swt. dan merasakan kelemahan dirinya sehingga tidak ada lagi padanya&lt;br /&gt;sifat sombong, merasa hebat, merasa besar, merasa paling benar dsb.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan memahami bahwa Allah Swt. adalah Sang Pemberi Rezeki misalnya,&lt;br /&gt;maka diharapkan dapat menghilangkan pula sifat ketergantungan seorang hamba kepada&lt;br /&gt;hamba yang lainnya dari sisi ekonomi yang menyebabkannya dapat terjajah baik secara&lt;br /&gt;fisik, ideologi, pemikiran, sosial, politik atau yang lainnya.&lt;br /&gt;I. LINGKUP PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Dalam materi (awal) Ma’rifatuLlah ini lingkup pembahasan dibatasi kepada pengertian&lt;br /&gt;Rabb, di mana Allah Swt. adalah Rabb seru sekalian alam. Adapun pengertian Rabb adalah&lt;br /&gt;Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur dan Pemberi Rezeki, di mana kita sebagai muslim&lt;br /&gt;mengetahui dan meyakini permasalahan ini adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa&lt;br /&gt;ditawar lagi.&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah.“…” (Q. S. Ar&lt;br /&gt;Ra’d (13) : 16)&lt;br /&gt;“Allah menciptakan segala sesuatu…” (Az Zumar (39) : 62)&lt;br /&gt;“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang&lt;br /&gt;memberinya rizkinya…” (Q. S. Hud (11) : 6)&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah:&lt;br /&gt;"Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguhsungguh&lt;br /&gt;akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan&lt;br /&gt;terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.” (Q. S.&lt;br /&gt;Al An’aam (6) : 12)&lt;br /&gt;Pengertian Allah Swt. sebagai Rabb seru sekalian alam ini pun diakui oleh orang-orang&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Materi Ma’rifatullah&lt;br /&gt;Youth Islamic Study Club&lt;br /&gt;kafir jahiliyyah sebagaimana tertera dalam ayat:&lt;br /&gt;“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan&lt;br /&gt;mereka, niscaya mereka menjawab: ’Allah’,…” (Q. S. Az Zukhruf (43) : 87)&lt;br /&gt;Bahkan iblis, makhluk yang telah dilaknat Allah Swt. seperti yang tertera dalam Al-Quran,&lt;br /&gt;juga mengakui hal ini sebagaimana tertera dalam ayat berikut:&lt;br /&gt;“…Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau&lt;br /&gt;ciptakan dari tanah.” (Q. S. Al A’raaf (7) : 12)&lt;br /&gt;Dari sini terlihat bagaimana sangat mengherankan jika kita melihat dalam kenyataan,&lt;br /&gt;adanya orang yang tidak mengakui keberadaan Allah Swt. atau tidak mengakui Allah Swt.&lt;br /&gt;sebagai Pencipta (na'uudzubiLlah). Karena seperti terlihat jelas dalam ayat di atas, bahkan&lt;br /&gt;iblis pun mengakui bahwa Allah Swt. telah menciptakannya dari api. Dalam ayat tersebut&lt;br /&gt;pun terlihat bagaimana iblis juga mengakui bahwa kelebihan yang dimilikinya merupakan&lt;br /&gt;pemberian murni dari Allah Swt. (namun iblis menolak taat kepada Allah Swt. yang&lt;br /&gt;menyebabkannya menjadi terlaknat – na’uudzubiLlah). Lalu dimanakan derajat orang yang&lt;br /&gt;tidak mengakui eksistensi Allah Swt.? Sekali lagi: Na’uudzu biLlahi min dzaalik.&lt;br /&gt;II. KEKUATAN DALIL&lt;br /&gt;Eksistensi Allah Swt. sebagai Rabb seru sekalian alam ini dikuatkan oleh berbagai dalildalil&lt;br /&gt;dan bukti-bukti yang kuat yang telah disiapkan Allah Swt. untuk manusia dalam&lt;br /&gt;berbagai bentuk bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya dan menggunakan&lt;br /&gt;petunjuk yang telah diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;a. Dalil Naqli (Al Quran dan As Sunnah)&lt;br /&gt;Begitu banyak dalil dalam Al Quran yagn menyatakan bahwa Allah Swt. adalah Pencipta,&lt;br /&gt;Pemelihara, Pengatur, Penguasa seluruh alam semesta seperti yang telah banyak&lt;br /&gt;disebutkan di atas. Dalam firman Nya yang lain, bahkan Allah Swt. memperkuat&lt;br /&gt;persaksiannya seperti terlihat dalam ayat:&lt;br /&gt;Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah. Dia&lt;br /&gt;menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya&lt;br /&gt;dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al&lt;br /&gt;Qur'an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan&lt;br /&gt;yang lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas&lt;br /&gt;diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)". (Q. S. Al An’aam (6) : 19)&lt;br /&gt;b. Dalil ‘Aqli (Rasio / akal)&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan&lt;br /&gt;siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (Q. S. Ali ‘Imraan (3) :&lt;br /&gt;190)&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Materi Ma’rifatullah&lt;br /&gt;Youth Islamic Study Club&lt;br /&gt;Begitu banyak bukti Kebesaran Allah Swt. yang dengan mudah akan kita dapati di&lt;br /&gt;sekeliling kita, atau bahkan lebih dekat lagi, yaitu pada diri-diri kita. Bagaimana Allah&lt;br /&gt;Swt. telah dengan sempurna menciptakan alam raya ini dengan sedemikian teraturnya,&lt;br /&gt;sedemikian sempurnyanya yang semuanya tidak lain hanya menunjuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-4712016723952843511?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/4712016723952843511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/07/marifatullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/4712016723952843511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/4712016723952843511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/07/marifatullah.html' title='Ma&apos;rifatullah'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-2553581526854831337</id><published>2009-06-01T21:31:00.001-07:00</published><updated>2009-06-01T21:31:45.239-07:00</updated><title type='text'>MEMBACA DAN PEMBELAJARANYA</title><content type='html'>• Pemilihan Tema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kurikulum 1994, disyaratkan pemanfaatan tema dalam pebelajaran bahasa yang dalam bidang IPA dan dalam Matematika mengunakan istilah unit. Demikian pula dengan kurikulum 2004. pendekatan tematik digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Disarankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema menurut Kridalaksana (1984:1992) bermakna&lt;br /&gt;“1. bagian terdepan dari kalimat; 2. bagian ujaran yang menyatakan makna yang   paling kurang dibandingkan dengan apa yang telah dikomunikasikan; 3. pokok pembicaraan yang dikembangkan selanjutnya dalam paragaraf.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, Moeliono, (1989) dan Keraf (1993) mengungkapkan bahwa tema mengandung makna umum dalam bentuk pokok pikiran, atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, tema tidaklah sama persis dengan topik atau gagasan pokok dalam sebuah paragraf. Untuk kepentingan pembelajaran, tema lebih difungsikan sebagai bingkai yang membatasi ruang pembicaraan dalam suatu pembelajaran. Pemanfaatan tema ini dimaksudkan agar pembelajaran lebih terarah dalam ruang lingkup materi yang terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengembangan Tema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tema yang telah ditentukan mungkin saja masih merupakan tema yang memiliki ruang lingkup yang luas. Akibatnya, sulit dibatasi materi penyajian. Oleh karena itu, tema yang demikian perlu diperkecil atau dibatasi cakupanya. Kemungkinan lain adalah tema yang telah ditentukan bersifat abstrak, seningga sulit untuk dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membatasi cakupan tema yang luas atau untuk mengkongkretkan tema yang abstrak, beberapa model pembatasan tema seperti berikut diagram pohon, diagram jam, atau piramida terbalik dapat dimanfaatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan tema dengan diagram pohon dapat dilakukan dengan cara memecahkan tema setingkat demi setingkat dan menggambarkanya sebagai cabang-cabang dan ranting pohon dalam posisi terbalik. Pemecahan dari batang ke dahan, dari dahan ke ranting, sebaliknya dilakukan secara konsisten. Artinya, jika pemecahan dari batang ke dahan berdasarkan jenisnya, maka pemecahan dari dahan ke ranting pun dilakukan berdasarkan jenisnya. Demikian pula pemecahan berdasarkan fungsinya, bentuknya, dan dasar pemecahan yang lainya harus tetap konsisten.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-2553581526854831337?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/2553581526854831337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/06/membaca-dan-pembelajaranya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/2553581526854831337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/2553581526854831337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/06/membaca-dan-pembelajaranya.html' title='MEMBACA DAN PEMBELAJARANYA'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-1067979900141470223</id><published>2009-06-01T21:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T21:29:25.240-07:00</updated><title type='text'>Puisi "Tak Bersuara"</title><content type='html'>Di dalam hati yang galau&lt;br /&gt;Menembus arti sejuta kata&lt;br /&gt;Meskipun semua tanpa suara&lt;br /&gt;Namun rasa mampu mendengarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak…aku tak boleh berprasangka&lt;br /&gt;Walau hati meronta&lt;br /&gt;Bergejolak&lt;br /&gt;Ingin berteriak namun tak bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut waktu aku pinta&lt;br /&gt;Pada yang memberi rasa&lt;br /&gt;Agar kubisa bersuara&lt;br /&gt;Melempar gejolak dalam dada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-1067979900141470223?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/1067979900141470223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/06/puisi-tak-bersuara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/1067979900141470223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/1067979900141470223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/06/puisi-tak-bersuara.html' title='Puisi &quot;Tak Bersuara&quot;'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-5108032710746431971</id><published>2009-06-01T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T21:27:05.194-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Satu Hari Bersama Kimong&lt;br /&gt;Posted in Cerpen by Hafsa Mutazz on the October 29th, 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;By: Iwan Januar&lt;br /&gt;Buat banyak orang punya keponakan itu menyenangkan. Tapi barangkali juga nggak, buat sebagian yang lain. Hm, itu yang tahu kamu sendiri jawabannya. Tergantung kesiapan diri kamu dan juga…si keponakan sendiri; cute, imut atau amit-amit.&lt;br /&gt;Itu yang bakal dialami Eri. Weekend yang rencananya diisi belanja buku baru jadi gagal gara-gara ia disuruh maminya ngejagain Kimong, anak tantenya. Ceritanya Paman Tono dan istrinya naik haji. Selama mereka berhaji, anak mereka si Kimong dititipkan ke nenek Eri. Cuma, khusus minggu ini, Mami Eri kebagian ngejagain Kimong. En, karena Mami dan Abi ada undangan pernikahan teman pengajian maka tugas itu jatuh ke tangan Eri. So, Eri pun manyun. Kalau saja nggak inget ini adalah amanah, lagian ngejaga keponakan sendiri, Eri milih lari sejauh-jauhnya. Eh, nggak ding takut kejauhan nanti keabisan ongkos repot deh.&lt;br /&gt;Kimong sebenarnya lucu. Mukanya yang innocent alias kagak punya dosa bikin gemes siapa aja yang ngeliat. Apalagi Kimong udah pinter ngomong walau umurnya baru lima tahun. Cuma, buat Eri apa enaknya ngejagain anak kecil. Gimana kalo ngompol en ??, siapa yang nyebokin? Bersihin kandang burung jalak punya abi aja Eri jijay, apalagi nyebokin anak orang. Hueks!&lt;br /&gt;Belum lagi kelakuannya yang Eri kagak tahan. Suka malu-maluin. Pernah waktu jalan-jalan bareng keluarga ke pasar, Kimong minta dibeliin anak monyet. Mending monyet-monyetan, ini sih monyet betulan yang kebetulan lagi atraksi nge-dance ala Justin Timberlake di pentas topeng monyet. Terang aja Tante Vina, maminya, kesel. Biar udah diomongin kalau monyet itu nggak dijual, eh Kimong ngotot minta dibeliin. Cerita selanjutnya seperti bisa kamu tebak anak itu nangis sekenceng-kencengnya di pasar. Whuaaa…&lt;br /&gt;Tante Vina, Mami, dan Eri yang lagi nenteng belanjaan terang aja jadi mokal abis. Berbagai bujukan dipake kagak mempan. Ditawari es krim coklat, permen, martabak, mie ayam, Kimong tetap setegar baja [superman kaleee!]. Untung aja nggak ditawarin kartu kredit, ril estat, atau ponsel.&lt;br /&gt;“Udah Kimong, jangan nangis, daripada beli anak monyet mendingan maen PS ama Om Eri di rumah, ya?” Eri akhirnya turun tangan ngebujuk keponakannya itu.&lt;br /&gt;Kimong menatap Eri sejenak, en…nangis lagi dengan amplitudo suara yang sama.&lt;br /&gt;“Nggak mau, Kimong pengen anak monyet. Om Eri jelek, cakepan anak monyet. Om Eri nggak ada buntutnya, nggak kayak anak monyet,” kata Kimong asal. Eri jadi kecut. Sementara orang-orang yang merhatiin adegan tadi jadi mesem-mesem. Merasa iba sama Eri yang kalah menarik ama anak monyet.&lt;br /&gt;Itu kenangan pahit yang diingat Eri sewaktu jalan bareng Kimong. Tapi apa boleh buat, pagi itu abi udah ngejemput Eri dari rumah nenek. Beberapa menit lagi anak itu bakal landing di rumah. Entah kekacauan macam apa yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;Suara Vespa abi udah terdengar di pintu gerbang. Itu berarti Kimong sudah datang. Bener aja, suara anak itu udah mendahului mukanya yang imut.&lt;br /&gt;“Om Eriiii…assalamu ?alaykum!” teriaknya lantang. Eri yang lagi nyantap bubur ayam buru-buru keluar dari ruang tamu. Begitu keluar Kimong udah menyergapnya dari depan. Buk! Perut Eri kesundul kepala Kimong. Eri jadi mual.&lt;br /&gt;“Om Eri sakit ya? Makanya kalau jalan liat-liat Om, kalau nggak nanti tabrakan,” kata Kimong. Sambil nyengir nahan sakit Eri ngangguk-nganguk. Huuh, ini anak! Belum apa-apa udah nyulut api kerusuhan.&lt;br /&gt;“Kalau sakit makan aja dulu Om. Nah, itu ada bubur. Buat Kimong ya, Om?” celoteh Kimong sambil tau-tau udah mengangkat mangkok bubur ayam. Tanpa perasaan dosa langsung saja suap demi suap bubur ayam itu meluncur ke mulutnya. Tapi begitu suapan ketiga, aksi ini terhenti. Muka Kimong ngedadak jadi merah, mulutnya manyun dan…whuaaa!&lt;br /&gt;Eri nyengir puas. Siapa suruh makan bubur punya orang, emang enak kepedesan! Sementara Kimong nangis, Eri megang perut nahan ketawa.&lt;br /&gt;“Om Eri jahat! Om Eri jahat!” teriak Kimong. Abi dan Umi yang mau ke undangan berlarian ke ruang tamu.&lt;br /&gt;“Kenapa, Mong?” tanya Mami panik sambil meluk Kimong.&lt;br /&gt;“Buburnya dikasih sambel sama Om Eri,” Kimong ngomong sambil sesenggukan. Air matanya meleleh, antara nangis ama nahan pedes.&lt;br /&gt;“Eri, kamu ini gimana sih? Jangan ngasih makanan pedes dong sama anak-anak. Kalau nanti sakit perut gimana?” Yee mami, kok jadi ngebelain Kimong. Gimana sih?&lt;br /&gt;Setelah minum segelas susu baru deh tangis Kimong berhenti. Dengan wajah kesel ia menatap Eri. Yang ditatap cuma mesem-mesem sambil agak bete mikirin jatah bubur ayamnya yang berkurang.&lt;br /&gt;Nggak berapa lama abi dan mami berangkat ke undangan. “Ati-ati di rumah, Ri. Jagain Kimong, jangan diusilin!” pesen Mami sebelum berangkat.&lt;br /&gt;“Tenang aja, Mi. Kalau Kimong nangis, entar Eri kirim aja via sms ke Arab Saudi biar ketemu tante Vina,” jawab Eri. Maminya melotot. Eri menatap vespa yang membawa Abi dan Mami ke undangan. Oh, I wish I can go there with them. Eri membatin. Kebayang makanan undangan yang yummi. Tapi sekarang ia ada di rumah harus nemenin anak kecil. Moga-moga aja kagak rewel. Ya, Allah moga-moga aku selamat berada di rumah sampai ortuku pulang, doa Eri.&lt;br /&gt;ooOoo&lt;br /&gt;Hehehe…ternyata Kimong emang ujian dari Allah buat Eri. Beres nonton film kartun di tivi, ia udah kesel. Pengen jalan-jalan.&lt;br /&gt;“Om Eri, Kimong pengen jalan-jalan,” Kimong udah merengek. Eri males-malesan menghampiri anak itu.&lt;br /&gt;“Kita dengerin kaset Om Eri aja, ya?” bujuknya.&lt;br /&gt;“Kaset apa Om? Lagu dangdut ya? Kimong seneng lagunya Uut Pematasari, Putri Panggung. Om Eri punya kan?”&lt;br /&gt;Ya ampun, ini anak seleranya parah amat. Ini pasti korban tivi dan salah gaul.&lt;br /&gt;“Om nggak punya lagu kayak begitu. Lagian itukan lagunya nggak bagus. Nggak baek buat anak-anak,” kata Eri.&lt;br /&gt;“Nggak mau, pengen lagu itu!” Wah, mulai deh cengengnya kumat, Eri membatin.&lt;br /&gt;“Dengerin aja dulu kaset Om Eri, Kimong entar suka deh.” Eri masukkin kaset Neoshalawat Snada ke tape componya. Kimong diem aja begitu dengerin nasyid koleksi Eri. Mukanya nunjukkin kalau ia nggak suka, tapi Eri cuek aja. Tapi, lama kelamaan Kimong nangis.&lt;br /&gt;“Pengen ke Mama,” katanya disela-sela tangis. Eri mulai panik.&lt;br /&gt;“Mamanya lagi naik haji, Kimong. Nanti juga pulang.” Sia-sia. Tangis Kimong makin kenceng. Ditawarin susu, snack, Kimong tetep nangis. Eri kebingungan. Gimana nih, please somebody help me! Save me! Save Our Soul! Ia muter otak nyari cara untuk nenangin ponakannya itu. Akhirnya ia nelepon Dado, sohibnya. Alhamdulillah, Dado sendiri yang ngangkat telepon.&lt;br /&gt;“Do, gue mo konsultasi nih,” langsung aja Eri ngomong terus terang.&lt;br /&gt;“Boleh, konsultasi apa? Asmara? Kesehatan? Keuangan? Asal jangan Feng Shui, itu haram,” jawab yang ditanya sekenanya.&lt;br /&gt;“Gue serius, tau! Gimana sih cara bikin anak kecil berhenti nangis?” tanyanya dengan kesel.&lt;br /&gt;“Oh, itu sih gampang. Lu ajak nyanyi, atau ajak ngeliat cicak. Biasanya ibu-ibu suka ngajak anaknya merhatiin cicak,” jawab Dado.&lt;br /&gt;“Ah gua kagak bisa nyanyi. Kalo liat cicak sih boleh, tapi kenapa sih mesti cicak?” tanya Eri bingung.&lt;br /&gt;“Iya dong, kalau disuruh liat gajah kan susah, kudu ke kebon binatang dulu. Mending liat cicak, di rumah kan banyak. He…he…” Idih, kok jadi tebak-tebakkan.&lt;br /&gt;“Afwan gue becanda, Ri. Gimana kalau lu ajak jalan-jalan aja tuh anak?”&lt;br /&gt;Jalan-jalan? Ok juga tuh. Sekalian beli buku , nih. Setelah ngucapin terima kasih dan salam. Konsultasi konyol ama Dado pun berakhir.&lt;br /&gt;“Kimong, kita jalan-jalan, yuk?” bujuk Eri. Bener aja, begitu denger kata ?jalan-jalan’ tangisnya mulai surut. Yes, yes!&lt;br /&gt;“Ke mana?” ia penasaran.&lt;br /&gt;“Ke mall.”&lt;br /&gt;“Nanti beli es krim ya?” pinta Kimong.&lt;br /&gt;“Iya, tapi Kimong jangan nangis lagi ya?” Eri mengangguk. Kimong girang banget.&lt;br /&gt;Nggak berapa lama keduanya udah berada di mikrolet. Sepanjang jalan Kimong nyanyi melulu. Lagu apa aja ia nyanyiin. Nggak peduli syairnya bener atau nggak.&lt;br /&gt;Kring kring&lt;br /&gt;ada sepeda&lt;br /&gt;di atas genteng&lt;br /&gt;Tuh, kan lagunya ngelantur kemana-mana. Tapi ia cuek aja. Eri juga bangga, soalnya secara nggak langsung ia jadi perhatian para penumpang. Ibu-ibu, akhwat yang berjilbab, semuanya ngeliatin Kimong. Aih, om-nya jadi ge-er.&lt;br /&gt;“Berapa tahun?”&lt;br /&gt;“Pinter, ya, udah banyak hapalan lagunya,”&lt;br /&gt;“Anak ke berapa, Pak?” Wah kalau yang ini Eri jadi sebel. Masak tampang imut begini disangka udah beranak pinak. Kira-kira dong kalo nanya.&lt;br /&gt;Hebatnya, Kimong udah bisa berdialog interaktif ama para penumpang. Ia ngejawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu semua. Ada yang bener ada juga yang ngawur. Ya, namanya juga anak-anak.&lt;br /&gt;“Tante, kok tante make kerudung sih?” tanyanya pada seorang penumpang yang berjilbab.&lt;br /&gt;“O, Tante orang Islam. Semua orang Islam wajib pake jilbab,” jawabnya. Kimong diem aja. Tau ngerti, tau nggak.&lt;br /&gt;“Kalau Tante yang ini kok nggak pake jilbab, bukan orang Islam ya?” tanyanya pada seorang cewek berkaos ketat. Yang ditanya merah mukanya. Hihihi…kena skak ama anak kecil, emang enak?&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga di mall. Kimong seneng banget. Apalagi waktu diajak naik eksalator [tahu kan? Tangga berjalan tapi nggak ada hubungannya ama berobat jalan]. Ia jingkrak-jingkrakkan. Eri geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan keponakannya itu. Ah, senengnya jadi anak kecil nggak tahu permasalahan dunia. Nggak kayak gue udah banyak pikiran [ceilee sok tua lu, Ri!]. Mikirin ujian, pengajian, mikirin temen-temen, kadang-kadang ia mumet. Sementara anak kecil yang ada cuma maen, jajan en bobok. Tiba-tiba Eri jadi bernostalgia, inget jaman waktu kecil, diajak jalan-jalan ama Mami dan Abi ke Ancol, ke Istiqlal, rasanya seneng banget.&lt;br /&gt;“Kita ke mana, Om?” tanya Kimong.&lt;br /&gt;“Ke toko buku. Kimong boleh maen di sana, tapi jangan jauh-jauh ya?” pesen Eri pada Kimong.&lt;br /&gt;Begitu masuk ke tempat toko buku Kimong udah lari-larian. Eri ngikutin dari belakang sambil ngelirikin buku-buku terbaru. Ada novel-novel Islam yang ia belum punya, buku-buku dakwah juga banyak. Ia jadi ngiler inget duitnya yang terbatas. Paling banter ia cuma bisa beli satu buku. Mumpung kagak disegel, baca dulu ah, Eri kegirangan. Buru-buru ia comot satu novel anyar. Matanya mulai asyik menyimak baris demi baris novel itu. Seru banget nih! Bab demi bab mulai ia lahap dengan serius.&lt;br /&gt;Nggak kerasa satu novel itu udah ampir abis ia baca. Ih, ampe lupa waktu. Eh, ia juga jadi inget sesuatu…Kimong! Astagfirullah, ke mana dia? Kok gue teledor banget, lupa ama keponakan!&lt;br /&gt;Eri mulai panik. Kepalanya celingukan mencari-cari Kimong. Nggak ketemu. Ia mulai jalan menyusuri barisan rak-rak buku. Di tengah-tengah kerumunan anak-anak yang lagi asyik baca komik matanya jelalatan, mencari Kimong. Nihil. Ia muter lagi dengan harap-harap cemas. Tapi Kimong tetep nggak ada. Eri mulai keringet dingin. Aduh, gimana kalau Kimong sampai nggak ketemu, atau diculik? Ah, ia buang jauh-jauh bayangan itu.&lt;br /&gt;Satu-satunya harapan adalah mendatangi tempat informasi. Dengan lemas Eri menyebutkan ciri-ciri Kimong pada petugas informasi untuk diumumkan. Nggak berapa lama petugas itu mengumumkan berita kehilangan anak. Eri duduk dengan pasrah di bangku petugas.&lt;br /&gt;“Tenang aja, Mas. Insya Allah ketemu, kok. Ini minum dulu,” kata petugas itu ramah sambil memberikan segelas air mineral.&lt;br /&gt;“Makasih, Pak,” jawab Eri sambil mengambil air itu.&lt;br /&gt;Tiga kali pengumuman diudarakan tapi belum ada hasil. Udah jam satu. Berarti sejam lebih Kimong nggak ada kabar berita. Penyesalan mulai merayap dalam hati Eri.? “Ya Allah, kenapa gue teledor.”&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba ia mendengar suaranya dipanggil. Masya Allah, itu kan suara Kimong.&lt;br /&gt;“Om Eri!” teriak Kimong. Eri girang banget mendengar suara cempreng itu lagi. Alhamdulillah, Kimong selamat. Seorang ibu berkerudung dengan anak kecil mengantarkan Kimong ke pusat informasi.&lt;br /&gt;“Adik kakaknya?” tanya ibu itu.&lt;br /&gt;“Bukan, saya saudaranya, om-nya,” jawab Eri grogi.&lt;br /&gt;Ibu itu bercerita kalau ia melihat Kimong sedang nangis di tempat mainan anak-anak. Kimong ingin naik bom bom car. Karena kasian ibu itu mengajak Kimong bermain di sana bareng cucunya. Ternyata mereka berdua main asyik banget, sejam lebih. Makanya pengumuman kehilangan Kimong yang berulang-ulang tidak tersimak. Baru setelah mereka mau pulang, Kimong nangis lagi karena pengen balik bareng Eri.&lt;br /&gt;“Ati-ati ya, Nak. Jagain Kimong baik-baik,” ibu itu ngasih nasihat sebelum pergi meninggalkan Eri dan Kimong. Eri mengiyakan sambil berkali-kali ngucapin terima kasih pada mereka. Kimong juga ngucapin terima kasih sambil melambaikan tangan pada cucu ibu itu.&lt;br /&gt;“Aduh Kimong, Om Eri kangen banget ama Kimong,” sambut Eri sambil memeluk Kimong erat-erat. Yang dipeluk diem aja.&lt;br /&gt;“Om Eri sih nggak ikut maen mobil-mobilan, seru lho, Om” jawab Kimong tanpa perasaan bersalah atau takut.&lt;br /&gt;“Oh, iya, maapin Om Eri, ya. Om Eri nggak ngejagain Kimong,” kata Eri masih sumringah. Girang bisa kembali ketemu ponakannya.&lt;br /&gt;“Sekarang kita pulang, yuk! Nanti Om Eri beliin es krim yang enak,” ajak Eri. Kimong menatap Eri. Bola matanya berbinar menandakan senang. Ah, Kimong kamu emang keponakan yang lucu.l[]&lt;br /&gt;[diambil dari Majalah PERMATA, edisi 21/Feb 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-5108032710746431971?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/5108032710746431971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/06/satu-hari-bersama-kimong-posted-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/5108032710746431971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/5108032710746431971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/06/satu-hari-bersama-kimong-posted-in.html' title=''/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-8013398406120406054</id><published>2009-05-24T19:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T19:47:47.528-07:00</updated><title type='text'>Cerpen : Lembayung Hati</title><content type='html'>Lembayung Hati&lt;br /&gt;Posted in Cerpen by Farah Zuhra on the October 31st, 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;By: Ria Fariana&lt;br /&gt;Sore itu di pelataran parkir SMU Cita terlihat cukup ramai. Beberapa siswi terlihat bermandi peluh. Tapi tetap wajah mereka terlihat riang dan sesekali canda tawa terdengar. Latihan cheerleaders untuk persiapan Hari Kartini yang masih dua minggu lagi sudah mulai dipersiapkan dengan serius. Gelar sebagai tim cheerleaders terbaik jangan sampai ternoda (cie…ternoda, emangnya baju). Sebagai remaja generasi muda harapan bangsa mereka juga tak mau ketinggalan dengan anak TK yang memperingati Hari Kartini dengan mengadakan pawai jalan keliling kota memakai baju-baju adat.&lt;br /&gt;“Nilam, jangan lupa. Persiapan kostum harus sudah siap seminggu sebelum hari H,” Tika, sang ketua tim mengingatkan Nilam. Yang diajak bicara cuma mengacungkan jempol kanan (yang pasti sih jempol tangan dan bukan kaki lho) sebagai tanda oke. Satu per satu para gadis itu meninggalkan lapangan parkir yang mulai lengang. Ada yang dijemput motor bahkan tak jarang yang memakai mobil. Mayoritas yang bersekolah di SMU Cita memang kalangan menengah ke atas.&lt;br /&gt;“Nilam, kok belum pulang? Hampir maghrib lho,” Mas Aryo, ketua OSIS menyapa Nilam yang duduk di bangku beton sebelah lapangan parkir.&lt;br /&gt;“Saya menunggu senja sekalian sholat maghrib di musholla sekolah.”&lt;br /&gt;“Menunggu lembayung senja lagi?” Nilam mengangguk. Cuma Mas Aryo yang tahu kecintaan Nilam pada lembayung senja karena kegiatan latihan cheerleaders yang tiap Sabtu sore hampir selalu berbarengan dengan kegiatan Aryo di rohis. Seorang ketua OSIS yang juga aktivis rohis. Aryo selalu menyapanya, tapi sambil lalu. Ketika ia mengambil motor GL pro (bukan Genjot Langsung Protol lho) di parkiran sekolah, ia selalu melewati Nilam yang menunggu senja di bangku beton itu. Tak pernah lebih. Tak ada percakapan lanjutan sebagaimana cowok lain yang penuh basa-basi tapi ternyata ujung-ujungnya tanya alamat rumah, telpon rumah, nomer HP dan…sudah punya pacar atau belum. Huh…norak. Aryo beda di mata Nilam.&lt;br /&gt;Lembayung itu pun akhirnya muncul, jingga dan indah di langit sebelah barat. Entah kenapa, memandang lembayung senja selalu memunculkan satu nuansa eksotis di hati Nilam. Memandang langit dengan sapuan warna indah senja lengkap dengan lembayungnya, mengantar mentari menepi, membuatnya menghayati akan kehidupan yang pasti akan ada tepinya pula.&lt;br /&gt;ooOoo&lt;br /&gt;Seminggu menjelang perayaan Hari Kartini. Semua telah dipersiapkan sebaik mungkin. Atraksi-atraksi berbahaya hingga membentuk formasi 4 tingkat pun sudah dilatih berulang kali dengan mantap. Tim lain mungkin hanya berani setinggi 3 tingkat. Tapi Cheerscita, nama tim cheerleaders SMU Cita, selalu berusaha memberikan sesuatu yang lain daripada tim mana pun. Dan untuk kali ini mereka berhasil membentuk formasi hingga setinggi 4 tingkat.&lt;br /&gt;Latihan pun menjadi tiap hari. Kecuali hari Jumat nanti latihan terakhir karena Sabtu untuk istirahat agar di hari Minggu yang juga hari H-nya bisa tampil prima. Karena sore ini aula sekolah yang biasanya dibuat latihan Cheerscita dipakai untuk kegiatan tenis meja, akhirnya Nilam dan teman-teman pun mencari alternatif ruangan lain. Ada ruangan kosong kelas 2 IPA3 dekat musholla. Karena tak ada alternatif tempat lain, akhirnya dipakai juga tempat itu.&lt;br /&gt;Beberapa saat mereka berlatih, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Sari yang membukakan. Entah kenapa, wajahnya mendadak berubah tegang dan sepertinya dia terlibat adu argumen dengan seseorang yang mengetuk pintu tadi. Nilam pun mendekat.&lt;br /&gt;“Ada apa, Sar?”&lt;br /&gt;“Tauk nih, mentang-mentang ketua OSIS, katanya keberadaan kita mengganggu kegiatan anak-anak rohis,” jawab Sari dengan wajah merah. Nilam pun berusaha melihat siapa lawan bicara Sari. Mas Aryo!&lt;br /&gt;“Kenapa Mas? Ada yang bisa saya bantu?”&lt;br /&gt;“Tolong deh, kalian sebaiknya mencari tempat lain untuk latihan.”&lt;br /&gt;“Tapi aula sedang digunakan, dan cuma ini satu-satunya ruangan kosong yang tidak dikunci sore ini. Jadi kami terpaksa menggunakannya,” Nilam berusaha menjelaskan.&lt;br /&gt;“Saya tahu. Kalian muslim juga kan? Selain mengganggu aktivitas di musholla dengan suara musik yang keras, aktivitas yang kalian lakukan juga tidak sesuai dengan Islam.”&lt;br /&gt;“Enak saja tidak sesuai dengan Islam. Jangan sok alim yah,” Sari tiba-tiba menyahut sambil menuding-nudingkan tangannya ke wajah Mas Aryo. Nilam segera menenangkan Sari dan menengahi.&lt;br /&gt;“Baik Mas, kami akan pindah.” Nilam pun menarik tangan Sari menjauh dan segera menuju tape recorder, mencabut saklarnya dan memberitahukan ke teman-teman yang lain untuk pindah. Dengan menggerutu, yang lainnya pun menurut dan mengikuti Nilam keluar ruangan. Suara-suara seperti ?Nilam sih mau saja di suruh pindah’, ?biarpun ketua OSIS gak boleh dong dia otoriter seperti itu’ dan kalimat-kalimat senada lainnya.&lt;br /&gt;Karena tak ada satu ruangan pun yang bisa dipakai, akhirnya latihan sore itu dibatalkan. Tapi tak ada satu pun yang beranjak pulang. Mereka masih saja berkerumun dan berbisik-bisik. Hanya Nilam yang terlihat menyendiri, memandang ke arah barat tempat lembayung akan muncul. Kata-kata Mas Aryo masih terngiang di telinganya. Benarkah aktivitas yang dilakukannya ini tidak sesuai dengan Islam? Tapi mengapa?&lt;br /&gt;Perlahan matahari tergelincir ke barat, menyisakan lembayung yang indah. Pun menyertakan gulana bertambah di hati Nilam, kalut karena sisa waktu tinggal beberapa hari plus tambahan pertanyaan yang belum terjawab.&lt;br /&gt;ooOoo&lt;br /&gt;Hari H, 18 April yang bertepatan dengan hari Minggu. Semua stand ekstrakurikuler di SMU Cita sudah siap dengan program-programnya untuk promosi. Ada stand pramuka lengkap dengan panitia berseragam coklat, PMR, Paskibra, volley, dan lain-lain. Uniknya stand rohis (kerohanian Islam) kebetulan berdekatan dengan stand Cheerscita yang merupakan ekskul baru. Mungkin memang sengaja didekatkan karena awalnya rohis-lah yang paling keras menentang keberadaan ekskul baru itu.&lt;br /&gt;Setelah kepala sekolah turun tangan dan memberi syarat keberadaan cheerleaders akan diakui setelah ada bukti positif prestasinya, barulah perseteruan agak mengendur. Tapi itu di permukaan saja. Karena kepala sekolah yang keras kepala itu tidak bisa lagi diajak bicara tentang halal-haram meski beliau seorang muslim juga.&lt;br /&gt;Rupanya ide sekuler sudah begitu mencengkeram pemahaman beliau. Akhirnya terjadilah gerilya di kalangan aktivis rohis dengan mengopinikan segencar-gencarnya melalui buletin, mading, majalah sekolah, kajian-kajian maupun lobi ke para guru yang muslim tentang alasan penolakan mereka terhadap ekskul yang satu itu. Begitu juga dengan Cheerscita juga lebih menggiatkan latihan sehingga prestasi demi prestasi berupa piala dari berbagai macam kejuaraan diraih. Setelah berjuang kurang lebih tiga tahun untuk membuktikan diri akhirnya tahun lalu Cheerscita diresmikan jadi bagian dari ekskul sekolah SMU Cita.&lt;br /&gt;Di tengah balutan rok mini berwarna merah, atasan yang juga merah kombinasi kuning sebatas pusar, kaos kaki selutut dengan warna senada, ikat kepala pun tak ketinggalan serta yang pasti pom-pom dari tali rafia di kedua tangan gadis-gadis belia itu. Mereka terlihat mencolok di antara semua ekskul yang ada. Apalagi dengan dandanan yang cukup tebal, cukup menjadi perhatian di tengah gadis-gadis sebaya yang berkerudung dan berjilbab di stand sebelah. Stand rohis meski satu tapi tetap dibagi dua oleh mereka sendiri, bagian ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan). Bagian akhwat sengaja dipasang dekat ke stand Cheerscita sekaligus mendakwahi mereka rencananya. Dan bagian ikhwan bersebelahan dengan stand ekskul karate yang mayoritas cowok itu.&lt;br /&gt;Acara dibuka dengan salam dan susunan acara dibacakan. Kemudian basa-basi sambutan dari panitia dan kepala sekolah. Setelah itu acara ditutup secara simbolis dengan pembacaan doa dari guru agama agar semua berjalan tertib dan lancar. Lucunya, tepat setelah doa dibacakan dengan khusyuk, band pembuka langsung ditampilkan menyanyikan lagu-lagunya /rif yang hobi jejingkrakan.&lt;br /&gt;Setelah itu baru tim Cheerscita tampil dengan formasi barunya. Kurang lebih setengah jam mereka unjuk raga (habis kan bodinya aja tuh yang dipamerkan) dengan beberapa kali format tingkat 4 diperagakan. Karena bodi Nilam yang imut, jadilah ia yang berada di puncak formasi empat itu. Menelentangkan kedua tangannya lebar-lebar sebelum akhirnya turun lagi dibantu kawan-kawannya. Begitu berulang hingga tampilan yang kesekian, Nilam kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa teman-teman di bawahnya. Leher dan lengan kanannya sempat terkilir sehingga segera dilarikan ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Karena lukanya tidak begitu parah, Nilam diperbolehkan untuk pulang. Tak ada satu teman pun dalam group Cheerscita yang menemani. Sebagian dari mereka memang ikut mengantar ke RS tadi, tapi tak lama. Mereka segera kembali ke sekolah untuk ikut mengikuti acara yang tertunda karena kecelakaan itu. Sesampainya di rumah, mobil sekolah itu pun segera kembali dan meninggalkan Nilam seorang diri. Namun tak berapa lama kemudian ada tiga orang aktivis rohis mengunjunginya. Mereka ramah dan hangat meski dua di antaranya baru kenal saat itu juga. Sedang satu di antara mereka adalah Nita, teman sekelasnya waktu SMP meski tidak begitu dekat.&lt;br /&gt;“Nit, kenapa sih Mas Aryo tempo hari pernah bilang kalau aktivitas Cheerleaders semacam ini tidak sesuai dengan Islam?” akhirnya Nilam menanyakan hal yang mengusiknya itu ke Nita.&lt;br /&gt;“Karena Islam menghargai wanita dan melindunginya. Lihatlah, kamu terluka akibat aktivitas itu.”&lt;br /&gt;“Tapi kalau aku lebih berhati-hati dan tidak jatuh, apa Islam jadi membolehkan?” tanya Nilam polos.&lt;br /&gt;“Bukan begitu. Islam menghargai wanita bukan dari fisik semata, tapi lebih ke ini dan ini,” kata Nita sambil menunjuk kepala dan dadanya. Maskudnya akal dan hatinya.&lt;br /&gt;“Coba, kalau ada beberapa orang yang ikut cheerleaders, pasti yang dipilih yang berbodi ramping dan cantik. Kasihan dong yang berbodi endut dan gak begitu cantik, latihan mulu tapi tak pernah punya kesempatan untuk tampil,” Nita mencoba bergurau di tengah penjelasannya ke Nilam.&lt;br /&gt;“Endut atau pun kurus, cantik atau pun jelek, tidak akan dinilai oleh Allah karena itu sesuatu yang tidak bisa kita pilih. Tapi perbuatan, apakah sesuai dengan Islam atau sebaliknya, itulah yang akan dinilai dan dihitung kelak. Lagipula Kartini pasti akan menangis bila beliau masih hidup melihat perjuangannya dihargai sebatas penampilan buka-buka aurat kaum wanita, jingkrak sana jingkrak sini yang tak jarang bikin cowok sulit nafas,” kata Nita sambil tersenyum. Nilam pun hanya terdiam, berusaha mencerna semua kata-kata Nita.&lt;br /&gt;Tanpa terasa, di ufuk barat senja mulai merambat, membawa serta lembayung jingga yang disukainya. Samar terdengar suara Sarasdewi berdendang lagu Lembayung Bali kesukaannya dari dalam rumah besar itu. Tapi lirik itu telah berubah dalam hati Nilam. Mengingatkan ia pada teman-teman di Cheerscita yang tak ada di samping kala ia membutuhkan. Sebaliknya teman-teman rohis yang dulu hanya dipandangnya sebelah mata, menawarkan suatu hal baru pada dirinya. Tentang hakikat wanita sebenarnya yang baru saja diketahuinya. Syukurlah Allah masih memberinya waktu untuk meraih hidayah-Nya.&lt;br /&gt;Menatap lembayung di langit Bali&lt;br /&gt;Dan kusadari&lt;br /&gt;Betapa berharga kenangan-Mu&lt;br /&gt;Di kala jiwaku tak terbatas&lt;br /&gt;Bebas berandai memulang waktu&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kuraih diri-Mu&lt;br /&gt;Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku&lt;br /&gt;Bilakah diriku berucap maaf&lt;br /&gt;Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu&lt;br /&gt;Oh cinta&lt;br /&gt;Teman yang terhanyut arus waktu&lt;br /&gt;Mekar mendewasa&lt;br /&gt;Masih kusimpan senda tawa kita&lt;br /&gt;Kembalilah sahabat lawasku&lt;br /&gt;Semarakkan keheningan lubuk&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kurangkul kalian&lt;br /&gt;Sosok yang mengaliri cawan hidupku&lt;br /&gt;Bilakah kita menangis bersama&lt;br /&gt;Tegar melawan tempaan semangatmu itu&lt;br /&gt;Oh jingga&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kujangkau cahaya&lt;br /&gt;Senyum yang menyalakan hasrat diriku&lt;br /&gt;Bilakah kuhentikan pasir waktu&lt;br /&gt;Tak terbangun dari khayal keajaiban ini&lt;br /&gt;Oh mimpi&lt;br /&gt;Andai ada satu cara&lt;br /&gt;Tuk kembali menatap agung surya-Mu&lt;br /&gt;Lembayung Bali&lt;br /&gt;(Memory of ‘95 in the beloved SMU, fight against maksiat!)&lt;br /&gt;[diambil dari Majalah PERMATA, edisi 22/Maret 2004]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-8013398406120406054?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/8013398406120406054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/cerpen-lembayung-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/8013398406120406054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/8013398406120406054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/cerpen-lembayung-hati.html' title='Cerpen : Lembayung Hati'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-247811779311365820</id><published>2009-05-24T06:58:00.001-07:00</published><updated>2009-05-24T19:18:23.193-07:00</updated><title type='text'>Saat Orang Lain Mengidolakanmu</title><content type='html'>1. Tetap waras. Pengidolaan itu terjadi karena orang melihat kamu pantas diteladani dan dijadiin idola. So, stay cool! Jangan sok jaga imej, jual mahal, apalagi bikin ulah yang justru ngancurin akhlakmu.&lt;br /&gt;2. Pasang niat ikhlas. Siapapun yang mengidolakanmu, semoga karena perbuatan baikmu. Untuk itu, jagalah keikhlasan. Bahwa kita berbuat kebaikan bukan karena haus pujian atau pengen jadi tontonan, tapi semata karena itu adalah kebenaran dari Allah.&lt;br /&gt;3. Berani akui kelemahan dan kesalahan. Banyak tokoh atau idola yang ogah mengakui kesalahan sendiri, sebabnya takut reputasi diri ancur. Padahal, ini penting untuk membuat dirimu tetap membumi, dan menyadarkan orang lain bahwa idola mereka juga manusia biasa.&lt;br /&gt;4. Rendah hati. Ini penting, bo! Kagak ada orang sombong yang disukai di muka bumi. Jangan mentang-mentang 'jamaah'-mu udah banyak, prestasimu bejibun, lalu lupa daratan. Ingat, semakin sombong seseorang, semakin cepat dia jatuh.&lt;br /&gt;5. Terus belajar. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Dengan banyak orang yang bertanya padamu, itu menuntutmu untuk terus mengembangkan wawasan dan kepandaian. Nggak ada ruginya belajar, selain bikin cerdas diri sendiri juga bisa membantu orang lain. Gimana jangan takut ya kalau ada yang mengidolakanmu? [Januar] SOBAT Edisi 7/Tahun 1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-247811779311365820?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/247811779311365820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/saat-orang-lain-mengidolakanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/247811779311365820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/247811779311365820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/saat-orang-lain-mengidolakanmu.html' title='Saat Orang Lain Mengidolakanmu'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-141163731211987290</id><published>2009-05-23T05:47:00.001-07:00</published><updated>2009-05-23T05:47:42.043-07:00</updated><title type='text'>Kiat Menambah Percaya Diri</title><content type='html'>Kurang percaya diri sering kali menyerang kita. Kenapa kita kurang percaya diri? Seseorang kurang percaya diri disebabkan beberapa hal antara lain:&lt;br /&gt;1. Adanya kekurangan yang kita miliki&lt;br /&gt;2. Ada seseorang yang lebih daripada kita. Lebih ganteng, lebih cantik, lebih pintar, lebih jelek...eh..bukan lagi..he..he..&lt;br /&gt; Dari penyebab itulah kita biasa merasakan kurang percaya diri. Bagaimana cara menanggulanginya?&lt;br /&gt;1. Jangan merasa bahwa kita ini orang yang kekurangan. Yakinlah bahwa masih ada orang yg punya kekurangan lebih banyak daripada kita.&lt;br /&gt;2. Jadilah orang yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, yaitu dengan mengasah kemampuan kita dari beberapa kekurangan yang kita miliki.&lt;br /&gt;3. Bila bersama orang-orang yg lebih dibanding kita, janganlah sekali-kali kamu merasa di bawahnya. Anggap saja dia adalah teman bermain kita walaupun harus kita bedakan bagaimana bersikap yang lebih pantas kepada orang yang lebih dibanding kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tingkatkan rasa percaya diri kita. Tiada yang perlu kita takutkan untuk berbuat, kecuali hanya kepada Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-141163731211987290?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/141163731211987290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/kiat-menambah-percaya-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/141163731211987290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/141163731211987290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/kiat-menambah-percaya-diri.html' title='Kiat Menambah Percaya Diri'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-1927892887838643868</id><published>2009-05-21T06:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T06:12:42.897-07:00</updated><title type='text'>Mengelola Amarah</title><content type='html'>Siapa sih orang yang ga pernah marah? Setiap manusia di dunia ini pasti pernah merasakan yang namanya marah. Setuju? Setuju ajalah daripada benjol he..he.. Tapi perlu diingat! Sifat marah yg kita miliki bukan berarti harus kita banggakan. Justru dengan marah itu kadang manusia lupa akan akal sehat. So.. Mari kita kendalikan amarah kita untuk menghadapi hari2 cerah kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-1927892887838643868?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/1927892887838643868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/mengelola-amarah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/1927892887838643868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/1927892887838643868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/mengelola-amarah.html' title='Mengelola Amarah'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-2955285070385054969</id><published>2009-05-17T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T22:09:22.906-07:00</updated><title type='text'>Drama "Sepasang Mata Indah"</title><content type='html'>SEPASANG MATA&lt;br /&gt;INDAH&lt;br /&gt;(Dialog Kendari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen: kirdjomuljo&lt;br /&gt;Adaptasi: Subandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku:&lt;br /&gt;1. Pemuda&lt;br /&gt;2. Gadis&lt;br /&gt;3. Ayah&lt;br /&gt;4. Tiga orang pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemuda itu sedang asyik belajar di kamar. Ia pemalu tetapi jujur. Ia sangat tekejut ketika tiba-tiba seorang gadis berada di kamarnya dan menutup pintu., gugup dan memberi isyarat agar pemilik kamar itu diam.&lt;br /&gt;01. Pemuda : Hey…cewek…? Kenapa ko ada di sini.&lt;br /&gt;02. Gadis : Diam pi jangan ko rebut. (jarinya menunju ke bibir)&lt;br /&gt;03. Pemuda : Tapi cewek, kenapa ko datang ke sini? Tolong pi ko buka itu pintu!&lt;br /&gt;04. Gadis : Sa mohon kasian, ko tolong saya. Biar mi pintu ini tetap saya tutup.&lt;br /&gt;05. Pemuda : Jangan kasian cewe, kalau ada yang lihat ko ke sini saya bisa mati hae.&lt;br /&gt;06. Gadis : Tapi sebaliknya, kalau pintu ini saya buka, saya juga bisa celaka hae. Jadi biar mi saya tutup saja.&lt;br /&gt;07. Pemuda : Aduuuh… ko tidak tau kah? Aturan orang kampung sini keras hae. Kalau ada cowo yang bearani bawa cewe ke kamarnya                           pasti dia celaka. Ana muda di sini kejam-kejam hae.&lt;br /&gt;08. Gadis : Tapi kan ko tidak bawa ji saya ke sini.&lt;br /&gt;09. Pemuda : Tapi kan ko ada di kamar saya, berbahaya kasian. Ko buka mi itu pintu, sekalian ko pergi mi dari sini. Tapi bukan maksud                           saya mengusir ji kasian.&lt;br /&gt;10. Gadis : Saya tidak akan keluar dari sini. Saya mohon jangan ko kebaratan nah.&lt;br /&gt;11. Pemuda : Dalam keadaan normal, akan sa tolong ji ko, sumpah. Ko tidak tau kah, seminggu yang lalu, ada cowok di borongi hae sama                          orang kampung karena di kamarnya ada seorang cewe. Ko mo tau… kepalanya itu cowo diputar hae,  pokonya diputar                           seratus delapan puluh derajat. Terus dua minggu yang lalu seorang cowok juga kepalanya pecah karena dipukul dengan                           balok-balok yang besar, juga karena ada cewek di kamarnya.  &lt;br /&gt;12. Gadis : Tapi ini terpaksa kasian. Saya bisa mati dibunuh hae kalau saya keluar dari kamar ini.&lt;br /&gt;13. Pemuda : Kenapa? &lt;br /&gt;14. Gadis : Saya diburu bapaku kasian, dan kalau saya didapat, mati mi saya.&lt;br /&gt;15. Pemuda  : Ko diburu bapamu? Aduh… mati mi ini. Bapamu dia jadi apa kah?&lt;br /&gt;16. Gadis : Bapakku? Pagere-gere hae dia.&lt;br /&gt;17. Pemuda : Pagere-gere? Potong itu sapi yang masih hidup? Oh…(tampak ngeri).&lt;br /&gt;18. Gadis : Iyo… sapi yang masih hidup. Dengan parang yang panjang hae.&lt;br /&gt;19. Pemuda : Ha…! Potong sapi dengan parang yang panjang. Oh….!&lt;br /&gt; 20. Gadis : Parang panjang baru tajam lagi, dan kalau dia sudah marah, siapa saja dibabatnya.&lt;br /&gt;21. Pemuda : Bapamu dia tinggi besar kah? Dia suka berkelahi? (Antusias dan cemas).&lt;br /&gt;22. Gadis : Iyo… tinggi besar, suka berkelahi, pernah dia gigit telinga lawanya sampai putus hae.&lt;br /&gt;23. Pemuda : Oh…! (Cemas). Bapamu pandai main silat kah? Dia pintar karate? &lt;br /&gt;24. Gadis : Oh… nda ji. Dia ahli adu jago, dan pintar main kelereng. Lain toh..&lt;br /&gt;25. Pemuda : Oh sa tau mi sekarang, tapi tetap susah kasian. Saya cuma kos ji di sini, baru aturanya kampung sini sangat keras.&lt;br /&gt;26. Gadis : Saya harap ko mau ji kasian tolong saya… kali ini saja nah. Ko mau ji to?&lt;br /&gt;27. Pemuda : Saya tau ji cewe, oh… ko duduk mi dulu paleng, baru mi kita pikirkan. Seandainya saya mo tolong kamu, lihat dulu                           kenyataanya, juga resikonya. Taruhlah ko percaya sama saya baru saya bersikap jujur mi. &lt;br /&gt;28. Gadis : Terus… bagaimana mi? (Serius memperhatikan)&lt;br /&gt;29. Pemuda : di sini cuma ada satu meja dan satu ranjang. Kalau saya tidur di atas ranjang dan kamu tidur di bawah itu tidak mungkin                           kasian, itu namanya melanggar etika, tapi kalau ko tidur tidur di atas ranjang baru saya tidur di bawah juga tidak mungkin,                           masuk angina hae saya.&lt;br /&gt;30. Gadis : Saya tidak mau beh!&lt;br /&gt;31. Pemuda : Saya juga tidak mau. Oh… serba sulit. Coba sekarang kita pikir untuk temukan jawabanya. Ko duduk di sana, baru saya                           duduk di sini. Kita pikirkan sama-sama. (Kedua-duanya duduk bertolak belakang berpikir  serius).&lt;br /&gt;32. Gadis : Ko sudah berpikir mi? terus ko sudah dapat jalan keluarnya?&lt;br /&gt;33. Pemuda : belum pi. Saya sedang berpikir serius ini. Ko sendiri gimana? &lt;br /&gt;34. Gadis : Sudah mi. Saya sudah dapat pemecahanya. Pokonya saya harus tetap tinggal di sini.&lt;br /&gt;35. Pemuda : Oh…(terloncat dari kursi) mati mi saya.&lt;br /&gt;36. Gadis : Kau kan seorang laki-laki, mestinya ko harus berpikir. Cobanya ini misal, sekali lagi misal. Misalnya saya pacar                            kamu, bagaimana mi sikapmu? (Malu-malu terpaksa).&lt;br /&gt;37. Pemuda : Oh begitu kah…? Tapi ini Cuma misal ji to? Percuma kasian. (Malu-malu)&lt;br /&gt;38. Gadis : Iyo begitu memang.&lt;br /&gt;39. Pemuda : Iyo… begitu mi, saya sudah duga mi itu. Tapi kenapakah ko diburu dan mau dibunuh?&lt;br /&gt;40. Gadis : Saya dipaksa dijodohakan sama orang yang saya tidak sukai. Itu mi masalahnya.&lt;br /&gt;41. Pemuda : Oh… kawin paksa kah? Seperti jamanya Siti Nurbaya itu? Terus kenapa ko tidak suka?&lt;br /&gt;42. Gadis : Itu mi masalahnya, karena memang tidak ada kecocokan. Saya sudah minta mi kebebasan sama bapaku, tapi bapaku mau                           menerima seperti yang dia tentukan saja, oh…&lt;br /&gt;43. Pemuda : Wah, repot…(Menuju penonton dan bertanya) Hae penonton, bagaimana mi ini? Sebenarnya saya kasian sama dia, nda lama                            mungkin saya tertarik sama dia. Dia itu manis, matanya  indah, dari sisi pun nampak cantik. Tapi apa mi yang sa mo                           bikin?&lt;br /&gt;44. Gadis : Oh,… (Berjalan menuju penonton) Bagaimana mi ini  penonton? Saya kasian sama dia. Dia jujur, itu nampak dari                           sikapnya, tapi sayangnya dia tidak bisa menghargai perempuan. Melihat cewe seperti menaksir sapi. Iyo… dia                           jujur, lama-lama saya simpati mi juga sama dia. (Terduduk seperti sedang merenungi nasib).&lt;br /&gt;45. Pemuda : Ah, saya sudah dapat mi jalan keluarnya. Nda urus dengan orang lain! (Membelakangi si Gadis) Saya mau ji tolong dia,                            apa pun resikonya. Ha..ha..ha… (Gembira dan tertawa). Oh...! jangan-jangan orang kampung sudah mengepung mi ini                           rumah. Dia orang mo borongi saya. Oh… mati mi. (Menoleh pada gadis dan mengira gadis itu sedang menangis). Hai                           cewe… jangan ko menagis! Kalau orang kampung dengar, kita bisa celaka kasian…!&lt;br /&gt;46. Gadis : Siapakah yang menangis? Saya atau kamu? Jangan menangis-jangan menangis. Itukah sikapmu sebagai cowo. Ko liat! Saya                           tidak menangis hae, mungkin kamu sendiri yang menangis.&lt;br /&gt;47. Pemuda : Oh… jadi ko tidak menangis kah…? Berarti saya keliru paleng. Ha..ha.. okemi! Ada mi rencanaku. Pokonya jalan keluar                           yang bagus.&lt;br /&gt;48. Gadis : Jalan keluar yang bagus bagaimana? Ko mau melindungi saya kah?&lt;br /&gt;49. Pemuda : Tadi kan ko bilang, ko tidak mau dipaksa bapamu, iyo to…? Saya kira saya bisa ji hadapi bapamu. Ko akan saya bela mati-                          matian. Saya akan buat kejutan pertama. Mula-mula saya akan tunjukan jurus-jurus tradisional, terus kalau bapamu dia ketuk                           pintu, saya akan gertak dia. “Siapa itu?” Pasti bapamu dia turun mental, terus sa mo bikin kuda-kuda , ciaa..t (Melakukan                           jurus silat). Saya kasi liat jurus burung garuda menyambar lalat, ciaat! Dan ini jurus cikalong, ini jurus ci…luba… Ko tau ji                           kah apa itu kuda-kuda?&lt;br /&gt;50. Gadis : Saya tidak tau hae tentang jurus.&lt;br /&gt;51. Pemuda : Aaaa, jurus itu gerakan untuk menjaga kemungkinan serangan dari segala arah. Pokonya bagaimana pun, kapan pun, dan di                           mana pun… Begitu hae…! Oya cewe, ko lagi kulia di mana kah? (Ramah mencari simpati).&lt;br /&gt;52. Gadis : Saya kuliah di FKIP Unilaki.&lt;br /&gt;53. Pemuda : Iyo kah? Kenapa paleng saya nda pernah liat ko? Oh iyo di.. mungkin saya ji yang jarang masuk kuliah. (Terdengar ketukan                           pintu, Ayah gadis datang, Pemuda menyiapkan jurus). Masuk! Ayo, masuk! (Bergerak dengan kuda-kuda. Yang datang tiga                           orang pengamen dengan segala alat yang ada dan menggaya menari-nari). &lt;br /&gt;54. Gadis : Komorang meyanyi mi terus! Saya suka ji. Teruskan..teruskan!&lt;br /&gt;55. Pemuda : (Secepatnya berteriak) Ah, sudah, sudah mi! jeleknya mi juga suaranya. Ini uangnya, komorang pergi mi sana!&lt;br /&gt; 56. Gadis : Biar mi dia orang menyanyi kasian…! Sa suka ji.&lt;br /&gt;57. Pemuda : Waaah bagaimana kah ko ini cewe? Kita bisa celaka hae! Sudah mi… cepat komorang pergi! (Ditunjukan kepada                           pengamen).&lt;br /&gt;58. Gadis : kenapa kah? Bagusnya mi juga suaranya diaorang. (Pengamen menerima uang dengan senag hati)&lt;br /&gt;59. Pengamen : Terima kasih nah… Iyo tawwa dih… Sudah ada mi juga kemajuan. Ada mi cewenya. Besok sa datang lagi nah!&lt;br /&gt;60. Pemuda : Nah…, ko tambah bikin mi lagi gara-gara kasian. Pengamen tadi dia orang masuk, mengundang hae perhatian orang-orang                           sini. (Cemas).&lt;br /&gt;61. Gadis : Ooo… jadi ko takut kah.., kalau dikeroyok orang kampung sini? Diaorang tidak bodoh ji kasian. Kalau memang ko takut,                           biar mi paleng nanti saya yang menjawab, kalau saya tidak bermaksud jahat ji, itu kalau ko takut menghadapinya.&lt;br /&gt;62. Pemuda : Oh… sama sekali tidak hae! (Berusaha meyakinkan dengan suara seperti hero). Sudah-sudah mi, ko lupakan saja semua                           nah. Biar mi saya yang menghadapi semua resikonya.&lt;br /&gt;63. Gadis : Nah… Itu baru namanya jantan.&lt;br /&gt;64. Pemuda : Jangan mi kasian ko puji saya, nanti saya bisa pingsan hae. Eh.. Cewe ko kuliah betul kah di Unilaki? (Makin ramah dan                           tidak malu-malu lagi. Mereka tiba-tiba makin akrab).&lt;br /&gt;65. Gadis : Iyo kasian! Kenapakah ko tidak percaya? Ada ji ini kartuku. Ini he… ko liat!&lt;br /&gt;66. Pemuda : Nda usah mi. saya percaya ji… Eh, ko sudah semester berapakah sekarag?&lt;br /&gt;67. Gadis : Saya semester enam. Kalau kamu semester berapakah? (Ramah tidak dibuat-buat).&lt;br /&gt;68. Pemuda : Oh… kalau saya baru pi semester dua kasian (Malu-malu) itu pun saya jarang masuk kuliah.Eeem saya jadi… (Terdengar                           suarakeras menggelegar di luar)&lt;br /&gt;69. Ayah : Buka pintuuu! Komorang dengar kah? Cepat mi itu buka pintu! Komorang mau kah kekerasan?&lt;br /&gt;70. Gadis : Oh… itu mi suaranya bapaku kasian…! (Gadis berlindung dibalik punggung pemuda, ketakutan sekali.  Si pemuda kecut                           hatinya, tetapi berusaha menguasai diri. Takut dituduh pengecut oleh si gadis. Kemudian ia pasang kuda-kuda jurus                           silat dengan tangan agak gemetar).&lt;br /&gt;71. Pemuda : (Berkata lirih) Ah jangan mi ko khawatir! Saya sedang cari jurus yang cocok untuk menghadapi itu bapamu.&lt;br /&gt;72  Pemuda : Siapa di luar? He, siapa? Ko bilang!&lt;br /&gt;73. Ayah : Brengsek! Cepat mi itu buka pintu. Komorang mau kah sa hancurkan ini pintu?&lt;br /&gt;74. Pemuda : Siapa kah? Ko bilang mi cepat! Sebelum kita kita single di sini (Merubah kuda-kuda, bibirnya bergetar, kakinya merasa                           goyah, tetapi pantang mundur).&lt;br /&gt;75. Gadis : Ko lindungi pi saya, dia bawa hae itu parang panjang. Kita bisa dikupas, dicincang habis-habisan. Oh saya takut sekali                            kasian.&lt;br /&gt;76. Ayah : He…! Komorang tidak dengar kah suaraku? Pagere-gere hae ini! Cepat mi buka pintunya!&lt;br /&gt;77. Pemuda : Iyo paleng! (Dengan waspada pemuda membuka pintu. Begitu pintu terbuka, sang ayah tertawa keras-keras, pemuda                           terloncat mundur, pasang jurus pertahanan).&lt;br /&gt;78. Gadis : Oh, jangan kasian ko bunuh saya, Opa! (Berlindung dibalik punggung pemuda, cemas sekali).&lt;br /&gt;79. Ayah : Naah.. benar dugaanku! Ha…ha…ha… Pasti ko lari di sini. Bagus, ha… (Kedua tangan Ayah sang Gadis memegangi                           benda panjang yang terbungkus seperti parang. Setiap kali Ayah bergerak, dikira akan menyerang, sehingga pemuda itu                           berkali-kali ganti jurus pertahanan. Matanya selalu siaga, keringat dingin mengalir di dahi).&lt;br /&gt;80. Pemuda : A…a… anak bapak benar, dia mo cari kebebasan terjemahan… eh… kebebasan me..me..(Berganti jurus) milih.&lt;br /&gt;81. Ayah : Haaa? Memilih apa? Ko bilang mi! ko mulai lumpuh paleng. Hai, cepat mi ko bilang! Hai, ko sa….&lt;br /&gt;82. Pemuda : Sa…sa…saya yang akan melindungi anak bapak dari paksaan bapak.&lt;br /&gt;83. Ayah : Haaiii..! apa ko bilang? Ko mau melindungi anakku? (Tangan Ayah yang mengapit rokoknya, jarinya melepasya karena                           panas, sambil berteriak “yaaah”. Suara itu dikira serangan mendadak. Si pemuda meloncat mundur sambil berdesah                           “aah…”).&lt;br /&gt;84. Gadis : Jangan bunuh aku dan cowo ini Opa! Orang baik hae dia kasian. Jangan nah Opa! (Terlihat sangat takut).&lt;br /&gt;85. Pemuda : Anak bapak benar! Pokonya saya akan membelanya. (Berganti jurus).&lt;br /&gt;86. Ayah : Jadi..? Ko ke sini dengan ana muda ini kah? Dia yang mo melindungimu? Bagus! Ha…ha… Hem…ah (Bergerak                           merendah seperti jagoan samurai jepang, tangan yang satu membentang ke samping puntung rokoknya yang jatuh.                           Setelah tercapai dipijitya, ternyata apinya sudah padam. Karena jengkel dibantingnya) Mampuuus….! (Berteriak keras-keras.                           Tertawa keras).&lt;br /&gt;87. Gadis : Aaiii… jangan marah Opa! (Pemuda meloncat mundur berganti jurus dan siaga lagi).&lt;br /&gt;88. Ayah : Haaaa! Nah sa tau mi sekarang. Hei, kau ana muda! Ko jawab pertanyaanku! Kau suka sama anakku yang langsing ini kah?                           Ayoo…, ko jawab mi cepat! Ha…?&lt;br /&gt;89. Pemuda : I..i..iya pak! Demi apa saja saya suka sama dia pak!&lt;br /&gt;90. Ayah : Heemmm …, bagus. Berani sekali ko dih? Hai, ko anakku! Ko suka kah juga sama dia?&lt;br /&gt;91. Gadis : Oh… (Tertunduk malu sekaligus takut pada ayahnya)&lt;br /&gt;92. Ayah : Ayo jawab! (Berteriak keras sehingga semua ketakutan). Heemmm… ko hanya diam tertunduk saja. Sa tau mi sekarang.                           He ana muda! Saya senang menghadapi orang yang berterus terang. Karena keberanianmu maka terimalah benda ini!                           Ciaaat! (Benda panjang itu dilemparkan arah pemuda. Si Gadis berteriak ngeri, tetapi dengan tangkas karena tak ada pilihan                           lain).&lt;br /&gt;93. Pemuda : Oh! (Setelah Pemuda itu menerima lontaran benda panjang, ditariknya pembungkusnya. Ternyata sebuah payung. Dia                           terheran-heran).&lt;br /&gt;94. Ayah : “Itu payung, haaaa! Nah, itu tandanya Bapa melindungi komorang, ko boleh ji menikahi anakku, (Berteriak keras                           sekali, sehingga Pemuda dan Gadis itu terkejut setengah mati). Ha… kesini-kesini. Besok komorang boleh…...&lt;br /&gt;95. Pemuda : Boleh pulaaaang…(Gembira sekali)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (Gadis, Pemuda dan Ayah tertawa bersama “Haaaa,” lalu ketiganya hormat kepada penonton, dan bubar).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-2955285070385054969?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/2955285070385054969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/cerpen-sepasang-mata-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/2955285070385054969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/2955285070385054969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/cerpen-sepasang-mata-indah.html' title='Drama &quot;Sepasang Mata Indah&quot;'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8830248117279131276.post-8739046980788019594</id><published>2009-05-14T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T07:43:11.114-07:00</updated><title type='text'>Semantik</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt; Bidang  yang mengkaji dan menganalisis makna kata dikenali sebagai bidang semantik. Kata merupakan unit ujaran yang bebas dan mempunyai makna. Dalam bahasa kita dapat mengungkapkan fikiran, perasaan, pendapat, emosi, perlakuan dan kepribadian manusia. Perbendaharaan kata penting untuk menjalin komunikasi yang sempurna. Semakin banyak kata yang dikuasai seseorang, maka semakin banyak ide atau gagasan yang mampu diungkapkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semantik dapat juga diartikan sebagai kajian makna linguistik bagi kata atau frasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai pengguna bahasa, kita bukan saja mengetahui morfemnya, tetapi juga makna perkataan sangatlah penting bagi kita. Dari itu sangatlah dibutuhkan banyak tulisan-tulisan ilmiah yang mengkaji tentang ilmu semantik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;Penulis mengharapkan dengan adanya makalah ini akan menambah wawasan tentang ilmu kebahasaan yakni semantik  bagi masyarakat akademisi di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu juga, secara khusus penulisan ini yaitu betujuan untuk menumbuhkan daya kritis mahasiswa Universitas Lakidende baik bagi penulis sendiri maupun bagi rekan-rekan mahasiswa, karena makalah ini akan disajikan dalam forum diskusi yang akan diikuti oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Lakidende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebegitu penting pengetahuan kita tentang makna kata yang dengan itu kita dapat mengembangkan ide dan gagasan yang kita miliki. Maka dengan adanya makalah ini mahasiswa dapat mengambil berbagai aspek manfaat yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Makna Referensial&lt;br /&gt;Makna referensial adalah makna yang mempunyai acuan atau referen.&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;Kata rumah mengacu pada benda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata segitiga mengacu pada benda seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bola mengacu pada benda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud acuan atau referen di atas adalah gambar rumah segitiga bola.&lt;br /&gt;Makna Referensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;   Kata rumah kata segitiga       kata bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  mengacu kepada mengacu kepada    mengacu kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   rumah     segitiga          bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Makna Nonreferensial&lt;br /&gt;Makna referensial adalah makna yang tidak mempunyai acuan. Misalnya :&lt;br /&gt;Kata yang tidak ada acuanya. Mengacu di mana? Dan seperti apa acuanya?&lt;br /&gt;Kata dan?&lt;br /&gt;Kata telah?&lt;br /&gt;Kata dengan?&lt;br /&gt;Kata terhadap?&lt;br /&gt;Kata Tetapi?&lt;br /&gt;Kata melainkan?&lt;br /&gt;Kata meskipun?&lt;br /&gt;Itulah beberapa contoh kata yang tidak memiliki acuan / makna nonreferensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Makna Idiom dan Makna Peribahasa&lt;br /&gt;Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsur-unsurnya. Baik secara leksikal maupun secara gramatikal.&lt;br /&gt;Bandingkan betuk-bentuk berikut.&lt;br /&gt;a. menjual ikan&lt;br /&gt;b. menjual gigi&lt;br /&gt;c. menjual haraga diri&lt;br /&gt;d. menjual kehormatan&lt;br /&gt;e. menjual gaji&lt;br /&gt;Coba anda perhatikan antara bentuk (a) dengan bentuk (b), (c), (d), dan (e).&lt;br /&gt;Kalau bentuk (a) maknanya mengacu pada unsur-unsurnya, yakni menjual, dan ikan. Ikan dijual. Ada ikan yang dijual ‘kan.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan ungkapan (b) – (e). apakah ada gigi? diri, kehormatan, gaji yang dijual. Jelas, tidak ada. Inilah yang dimaksud dengan makna idiomatik.&lt;br /&gt;berikut ini daftar idiomatik :&lt;br /&gt;- meja hijau&lt;br /&gt;- membanting tulang&lt;br /&gt;- buku kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna peribahasa lain lagi. Unsur-unsurnya masih bisa dilacak. Itu dikarenakan ada asosiasi antara makna asli dengan makna yang ada dalam peribahasa  itu. Misalnya:&lt;br /&gt;Seperti kucing dengan tikus.&lt;br /&gt;Seperti mecari kutu di dalam ijuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Hiponim dan hipernim&lt;br /&gt;Hiponim adalah nama-nama yang teletak di bagian bawahan. Sedangkan nama di bagian atas nama hipernim.&lt;br /&gt;Perhatikan hipernim berikut ini :&lt;br /&gt;a. hari&lt;br /&gt;b. bulan&lt;br /&gt;c. burung&lt;br /&gt;d. mati&lt;br /&gt;e. jalan&lt;br /&gt;f. bunga&lt;br /&gt;Masih banyak lagi yang lain. Kata-kata dari a – f itulah yang disebut dengan hipernim. Kata-kata tersesebut dikatakan hipernim karena mempunyai bawahan. Kata-kata yang termasuk hiponim adalah kata-kata makna hipernimnya termasuk di dalamnya atau secara inklusif.&lt;br /&gt;Contoh konkretnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kata hari&lt;br /&gt;Kata hari merupakan hipernim yang mempunyai bawahan. Nama nama bawahan itu disebut hiponim. Nama-nama bawahanya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Senin&lt;br /&gt;b. Selasa&lt;br /&gt;c. Rabu&lt;br /&gt;d. Kamis&lt;br /&gt;e. Jumat&lt;br /&gt;f. Sabtu&lt;br /&gt;g. Ahad&lt;br /&gt;Jadi, kata hari itu sendiri terinklusif di dalam nama hari. Jadi kalau kita mengatakan:&lt;br /&gt;“Nanti Senin depan baru saya bayar.” Sudah pasti adalah hari senin. Itu sebabnya ungkapan seperti hari senin merupakan ungkapan yang mubazir atau ungkapan yang berlebihan (redundasi); tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdasakan uraian itu, ungkapan berikut semuanya merupakan ungkapan yang mubazir; tidak efektif.&lt;br /&gt;(1) Nanti hari Minggu kita baru ketemu lagi.&lt;br /&gt;(2) Nanti hari Senin baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(3) Nanti hari Selasa kita baru bertemu lagi.&lt;br /&gt;(4) Nanti hari Rabu kita baru bertemu lagi.&lt;br /&gt;(5) Nanti hari Kamis kita baru bertemu lagi.&lt;br /&gt;Efektifnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Nanti Minggu baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(2) Nanti Senin baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(3) Nanti Selasa baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(4) Nanti Rabu baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(5) Nanti Kamis baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;Agar lebih jelas lagi, perhatikan bagan berikut.&lt;br /&gt;Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Senin       Selasa      Rabu      Kamis      Jumat     Sabtu       Ahad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bulan.&lt;br /&gt;Kata bulan merupakan hipernim yang mempunyai bawahan. Nama bawahan itu disebut hiponim. Nama-nama bawahan itu yakni:&lt;br /&gt;g. Januari&lt;br /&gt;h. Februari&lt;br /&gt;i. Maret&lt;br /&gt;j. April&lt;br /&gt;k. Mei&lt;br /&gt;Jadi, kata bulan itu sendiri terinklusif di dalam nama-nama bulan tersebut.&lt;br /&gt;Kata Januari, misalnya, sudah pasti nama bulan. Jadi, kalau kita mengatakan:&lt;br /&gt;Nanti Januari depan baru saya bayar, sudah pasti adalah bulan januari. Itu sebabnya, ungkapan seperti bulan Januari merupakan ungkapan yang mubazir atau ungkapan yang berlebihan (redundasi); tidak efektif.&lt;br /&gt; Berdasakan uraian itu, ungkapan berikut semua merupakan ungkapan yang mubazir; tidak efektif.&lt;br /&gt;(1) Nanti bulan Januari baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(2) Nanti bulan Februari baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(3) Nanti bulan Maret baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(4) Nanti bulan April baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(5) Nanti bulan Mei baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektifnya adalah:&lt;br /&gt;(1) Nanti Januari baru kita betemu lagi.&lt;br /&gt;(2) Nanti Februari baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(3) Nanti Maret baru kita betemu lagi.&lt;br /&gt;(4) Nanti Mei baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;(5) Nanti Juni baru kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;Agar lebih jelas perhatikan bagan berikut:&lt;br /&gt;     Bulan                                    &lt;br /&gt;     Januari    Februari  Maret April      Mei &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;             Burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Gagak    nuri          elang       beo         kakaktua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Makna Kolokasi&lt;br /&gt;Makna kolokasi merupakan istilah yang termasuk dalam medan makna. Makna-makna  yang termasuk dalam makna kolokasi misalnya, piring adalah tempat makan, sendok alat menyendik, belanga alat memasak, parut alat memarut, dan lain-lain semua terdapat dalam kolokasi dapur. Kata-kata seperti perahu, layar, dayung, buritan, haluan, ombak, laut, terdapat dalam kolokasi laut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8830248117279131276-8739046980788019594?l=izallucu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izallucu.blogspot.com/feeds/8739046980788019594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/semantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/8739046980788019594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8830248117279131276/posts/default/8739046980788019594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izallucu.blogspot.com/2009/05/semantik.html' title='Semantik'/><author><name>Muhammad Faizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10481576975540153885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
